Pengertian Apotek

Pengertian Apotek – Apotek menurut (Kepmenkes RI) No. 1332/MENKES/SK/X/2002, Apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian penyaluran perbekalan farmasi kepada masyarakat. Yang di maksud pekerjaan kefarmasian diantaranya pengadaan obat penyimpanan obat, pembuatan sediaan obat, peracikan, penyaluran dan penyerahan perbekalan farmasi serta memberikan informasi kepada masyarakat mengenai perbekalan kefarmasian yang terdiri dari obat, bahan obat, obat tradisional, alat kesehatan dan kosmetik. Tidak hanya menjalankan pekerjaan kefarmasian tetapi tugas pokok dan fungsi apotek juga harus dijalankan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan standard  prosedur yang telah ditetapkan.

Pengertian Apotek

Pekerjaan kefarmasian yang dimaksud diatas adalah pembuatan, termasuk pengendalian mutu sediaan Farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.

Resep adalah permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi dan dokter hewan kepada Apoteker pengelola Apotek untuk menyediakan dan menyerahkan obat kepada pasien.

perlengkapan Apotek adalah yang dipergunakan untuk melaksanakan pengelolaan Apotek pada Bab IV pasal 7 Kepmenkes RI No.278 tahun 1981 suatu Apotek harus memiliki kelengkapan sebagai berikut:

• Alat pembuatan, pengolahan dan peracikan

• Perlengkapan dan alat penyimpanan perbekalan kesehatan di bidang Farmasi

• Tempat penyimpanan khusus untuk racun

• Tempat penyimpanan khusus untuk narkotika

• Alat dan perlengkapan labolatorium

Pengelolaan Apotek

Menurut Permenkes RI No.26 /MenKes/per/1/1981 dalam bab 2 pasal 3 pengelolaah Apotek meliputi:

• Pembuatan, pengolahan, peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran, penyimpanan dan penyerahan obat atau bahan obat

• Pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan penyerahan perbekalan kesehatan di bidang Farmasi lainnya

• Informasi mengenai perbekalan kesehatan di bidang Farmasi

Pelayanan Apotek

potek wajib dibi ika untuk melayani \ 22. dari pukul 08.00-
dokter, dokter gigi dan dokter hewan Apoteker wajib m jlayani resep sesuai dengan tanggungjawab dan
kepentingan masyarakat •—«. nemberikan informasi yang berkaitan dengan
am resep ada kekeliruan atau penulisan yang tidak tepat, Apoteker harus memberitahukan kepada dokter penulis resep
Salinan resep harus di tandatangani oleh Apoteker
Resep harus dirahasiakan dan disimpan di Apotek dengan baik dalam jangka waktU 3 tahun. (2)ManajemenApotikQM 12)

 Tugas dan Fungsi Apotek

Menurut Peraturan Pemerintah RI No.25 tahun 1980, Apotek memiliki tugas dan fungsi sebagai:

• Tempat pengabdian profesi seorang Apoteker yang telah mengucap janji

• Sarana Farmasi yang melaksanakan peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran dan penyerahan obat atau bahan obat

• Sasaran penyaluran perbekalan Farmasi yang harus menyebarkan obat yang diperlukan masyarakat secara meluas dan merata (2) Manajemen Apotik (Hal 195)

Perbekalan Farmasi

Perbekalan Farmasi meliputi:

• Obat

• Bahan baku obat

• Obat tradisional

• Bahan obat tradisional

• Alat kesehatan

• Kosmetik (4)Manajeman Farmasi (Hal 8)

Struktur Organisasi Apotek Bina Sehat

Pengelolaan sebuah apotek yang baik akan membawa apotek tersebut pada tujuan yang telah ditetapkan dan pengelolaan ini bisa berjalan dengan baik jika di dukung oleh organisasi yang mapan yaitu garis wewenang dan tanggung jawab jelas dan saling mengisi serta pembagian kerja yang jelas. Suatu organisasi juga merupakan penentu utama bagi maju mundurnya suatu apotek.

Apoteker Pengelola Apotek (APA)

Administrasi
Keuangan (Kasir)
Pemilik Sarana Apotek (PSA)
Pembantu Umum
Keterangan:

1. Pemilik Sarana Apotek (PSA ) :
Bekerjasama dengan Apoteker dalam menentukan anggaran biaya bagi keperluan Apotek serta mengadakan kontrol terhadap jalannya Apotek.

2. Apoteker Pengelola Apotek (APA):
Memimpin seluruh kegiatan Apotek, termasuk mengelola kegiatan pelayanan kefarmasian dan mengawasi jalannya kerja karyawan serta pembagian tugas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku

3. Bagian Administrasi:
Membuat laporan harian, pencatatan, penjualan kredit, meneliti catatan pembelian, pencatatan hasil penjualan serta tagihan dan pengeluaran harian juga membuat laporan bulanan, realisasi data untuk pimpinan Apotek, daftar gaji, upah dan pajak serta membuat laporan tahunan (neraca akhir tahun dan laporan laba rugi)

4. Bagian Keuangan (Kasir):
Mencatat penerimaan, pengeluaran uang yang haras di lengkapi kwitansi nota dan tanda setoran yang sudah di paraf oleh Apoteker juga bertanggung jawab atas kebenaran uang yang dipercayakan kepadanya dan bertanggung jawab lanngsung kepada Apoteker.

5. Pembantu Umum:
Membantu dalam segala bidang yang memerlukan bantuan dan membersihkan lingkungan di Apotek.

6. Asisten Apoteker (AA ) :
Menyelesaikan tugas pelayanan kefarmasian sesuai dengan batas pekerjaan yang ditugaskan kepadanya juga bertanggung jawab kepada Apoteker atas kebenaran segala tugas yang dikerjakan tidak boleh ada kesalahan, kekeliruan, kehilangan dan kerusakan.

Keterangan:

• Pasien datang dengan membawa resep, diterima oleh bagian penerimaan resep tapi sebelumnya ditanyakan nama dan alamat jelas pasien

• Resep diberikan kepada Apoteker atau Asisten Apoteker untuk dihitung dosis dan diberi harga

• Pasien dipanggil untuk konfirmasi mengenai harga, apabila pasien menyetujui harga resep maka resep dibayar dikasir
• Resep dikembalikan kepada Apoteker atau Asisten Apoteker diberi cap lunas dan nomor resep, obat disiapkan dan diracik
• Obat diberi etiket dan diperiksa kembali oleh Apoteker atau Asisten Apoteker yang berbeda,disamakan dengan resep dari mulai bentuk sediaanjumlah dan aturan pakainnya serta perlu tidaknya dibuat salinan resep (apabila pasien membeli obat separuhnya atau item obat yang tidak dibeli dan apabila tertulis ITER/pengulangan pada resep)
• Obat diberikan kepada pasien dan dijelaskan mengenai aturan pakainya agar tidak terjadi kekliruan pada pemakaian obat

Pengelolaan Obat Tanpa Resep

Penjualan obat tanpa resep meliputi Obat Wajib Apotek (OWA), obat bebas, obat bebas terbatas, kosmetik, alat kesehatan dan obat tradisional. Obat-obat bebas ditata dalam etalase dan disusun berdasarkan farmakologis, dan untuk penjualan obat wajib apotek dicatat dalam buku penjualan obat wajib apotek.

Pengelolaan Obat Narkotika dan Psikotropika
Obat-obatan jenis narkotika dan psikotropika harus ditangani sendiri di Apotek, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan obat. Obat golongan narkotika dan psikotropika hanya dapat diberikan atas resep dokter. Penggunaannya dilaporkan tiap bulan ke Dinas Kesehatan selambat-lambatnya tanggal 10 bulan berikutnya.

asuransi kesehatan ttsbuku tentang sampahtentang lingkungan hidupcara menulis surat lamaran pekerjaan di klinik kecantikancontoh proposal laporan tentang manajemen unit rekam mediamakalah equity kesehatanPengertian filosofi dan etos kerjapidato anak gojek
Pengertian Apotek | nagrak.com | 4.5
error: Content is protected !!