Pengertian Perkembangan dan Pertumbuhan

Pengertian Perkembangan dan Pertumbuhan – Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dari kemajuan yang sederhana ke keterampilan yang lebih kompleks melalui proses belajar.(Hurlock,2006)

Perkembangan adalah pola gerakan atau perubahan yang di mulai sejak saat pembuahan dan berlangsung terus selama siklus kehidupan. (Santrok,dkk 2002)

Pertumbuhan adalah Bertambahnya jumlah dan besarnya sel di seluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur. (Santrok,dkk 2002)

Pengertian Perkembangan dan Pertumbuhan

Menurut Santrok,2002.Prinsip – Prinsip Perkembangan meliputi:

a. Tumbuh kembang manusia akan berjalan sesuai yang diprediksikan, berkelanjutan dan berurutan.

b. Setiap perkembangan terkini adalah diyakini sebagai tanda telah selesainya tugas perkembangan yang sebelumnya, dan sebagai dasar untuk mengembangkan keahlian baru.

c. Tumbuh kembang mungkin untuk sementara akan gagal atau menurun selama periode kritis.

d. Pola tumbuh kembang setiap individu berbeda tergantung genetik, lingkungan yang mempengaruhi masa kritis.

Ciri – ciri perkembangan diantaranya:

a. Kontinue

b. Ada masa percepatan dan perlambatan

c. Perkembangan mempunyai pola yang sama untuk semua individu, tetapi untuk kecepatan berbeda – beda untuk tiap individu, sangat dipengaruhi oleh lingkungan.

d. Perkembangan erat dengan maturasi susunan saraf pusat.

e. Refleks primitive hilang sebelum gerakan volunteer tercapai.

5. Standar Tinggi & Berat Badan Balita Usia 1-2 tahun di Indonesia.

a. Usia dan jenis kelamin Tinggi badan Berat badan

Usia dan jenis kelamin      Tinggi badan          Berat badan

(CM)                             (Kg)

Laki-laki  

– 12 bulan                                      76,1                 10,15

– 18 bulan                                      82,4                 11,47

– 24 bulan                                      87,6                 12,59

Perempuan

– 12 bulan                                      74,3                 9,53

– 18 bulan                                      80,9                 10,82

– 24 bulan                                      86,5                 11,9

Karakteristik perkembangan kognitif anak usia 1-2 tahun

Sewaktu lahir, berat otak anak sekitar 27 % dari berat otak orang dewasa. Pada usia 2 tahun otak anak sudah mencapai 90% dari berat otak orang dewasa (sekitar 1200 gram). Hal ini menunjukan bahwa pada usia ini, masa perkembangan otak sangat pesat, Pertumbuhan ini memberikan implikasi tehadap kecerdasan anak. (latifah, 2009)
Pada usia 1-2 tahun, anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Pada usia ini, anak mengembangkan rasa keingintahuannya melalui beberapa hal sebagai berikut :

  • Belajar melalui pengamatan atau mengamati.

Mulai usia 13 bulan, anak sudah mulai mengamati hal-hal disekitarnya. Banyak “keajaiban” disekitarnya mendorong rasa ingin tahu anak. Anak kemudian melakukan hal-hal yang sering dianggap bermain, padahal anak sedang mencari tahu apa yang akan terjadi kemudian setelah anak melakukan sesuatu hal sebagai pemuas rasa ingin tahunya.(latifah, 2009)

  • Meniru orang tua.

Anak belajar dari lingkungan sekitarnya. Sekitar usia 17 bulan, anak sudah mulai mengembangkan kemampuan mengamati menjadi meniru. Hal yang ditirunya adalah hal-hal yang umumnya dilakukan orang tua. Pada usia 19 bulan, anak sudah dapat meniru perilaku orang tua.(latifah, 2009)

  • Belajar konsentrasi.

Pada usia 14 bulan, anak sudah mengarahkan daya pikirnya terhadap suatu benda. Hal ini dapat dilihat pada ketekunan anak dengan satu mainan atau satu situasi. Kemampuan anak untuk berkonsentrasi tergantung pada keadaan atau daya tarik dari berbagai hal yang ada disekelilingnya. Kemampuan anak berkonsentrasi pada usia ini adalah sekitar 10 menit. (latifah, 2009)

  • Mengenal anggota badan.

Pada usia sekitar 15 bulan, anak sudah dapat diajarkan untuk mengucap kata-kata. Anak-anak akan merasa senang jika orang tua mengajarkan kata-kata yang bernamakan anggota tubuhnya sambil menunjukan anggota tubuhnya.(latifah, 2009)

  • Memahami bentuk, kedalaman, ruang dan waktu.

Pada tahun kedua, anak sudah memiliki kemampuan untuk memahami berbagai hal. Melalui pengamatannya, anak menemukan adanya bentuk, tinggi, atau rendah benda (kedalaman) dan membedakan kesempatan berdasarkan tempat (ruang) dan waktu. Pemahaman ini mulai tampak pada usia 18-24 bulan.(latifah, 2009)

  • Mulai mampu berimajinasi.

Kemampuan berimajinasi atau membentuk citra abstrak berkembang mulai usia 18 bulan. Anak sudah mulai menampakan kemampuan untuk memikirkan benda yang tidak dilihatnya.(latifah, 2009)

  • Mampu berfikir antisipatif.

Kemampuan ini mulai tampak pada anak usia 21-23 bulan. Anak tidak sekedar mengimajinasikan benda yang tidak ada di hadapannya, lebih jauh lagi dia mulai dapat mengantisipasi dampak yang akan terjadi pada hal yang dilakukannya.(latifah, 2009)

  • Memahami kalimat yang terdiri dari beberapa kata.

Pada usia 12-17 bulan, anak sudah dapat memahami kalimat yang terdiri atas rangkaian beberapa kata. Selain itu, anak juga sudah dapat mengembangkan komunikasi dengan menggunakan gerakan tubuh, tangisan dan mimik wajah. Pada usia 13 bulan, anak sudah dapat mengucapkan kata-kata sederhana seperti “mama” atau “papa”. Pada usia 17 bulan, umumnya anak sudah dapat mengucapkan kata ganti diri dan merangkainya dengan beberapa kata sederhana dan mengutarakan pesan-pesan seperti : “adik mau susu”.(latifah, 2009)

Aspek Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Perkembangan motorik kasar dan motorik halus

Menurut Fahlevi (2005) perkembangan motorik terbagi menjadi:

a. Motorik
Motorik adalah semua gerakan yang mungkin dilakukan oleh seluruh tubuh.jasmaniah melalui gerakan pusat saraf, urat syaraf, dan otot yang terkoordinasi.
Perkembangan motorik diartikan sebagai perkembangan dari unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh, dan perkembangan tersebut erat kaitannya dengan perkembangan pusat motorik anak.

b. Motorik Kasar
Motorik kasar adalah Gerakan tubuh yang menggunakan otot – otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri.
– Menangkap bola.
– Berjalan mengikuti garis lurus
– Melompat
– Melempar benda – benda kecil ke atas
– Menirukan binatang berjalan
– Lampu hijau – merah

c. Urgensi perkembangan motorik kasar anak
Perkembangan motorik anak merupakan salah satu faktor yag sangat penting dalam perkembangan individu secara keseluruhan.

Beberapa pengaruh perkembangan motorik terhadap konstelasi perkembangan individu dipaparkan oleh Hurlock (2006) sebagai berikut :

1) Melalui keterampilan motorik, anak dapat menghibur dirirnya dan memperoleh perasaan senang. Seperti anak merasa senang dengan memiliki keterampilan memainkan boneka, melempar dan menangkap bola atau memainkan alat alat mainan.

2) Melalui keterampilan motorik, anak dapat beranjak dari kondisi tidak berdaya pada bulan bulan pertama dalam kehidupannya, ke kondisi indefendent. Anak dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dan memungkinkan anak dapat berbuat sendiri untuk dirinya. Kondisi ini akan menunjang perkembangan rasa percaya diri.

3) Melalui perkembangan motorik yang normal memungkinkan anak dapat bermain atau bergaul dengan teman sebayanya sedangkan yang tidak normal akan menghambat anak untuk bergaul dengan teman sebayanya bahkan dia akan terkucilkan atau menjadi anak yang fringer (terpinggirkan).

Perkembangan motorik anak akan lebih teroptimalkan jika lingkungan tempat tumbuh kembang anak mendukung mereka untuk gerak bebas. Kegiatan di luar ruangan bisa menjadi pilihan yang terbaik karena dapat menstimulasi perkembangan otot (CRI,2002).

d. Motorik Halus
Motorik halus adalah Gerakan yang menggunakan otot – otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Hurlock (2006)

Keterampilan motorik halus atau keterampilan manipulasi seperti menulis, menggambar, memotong, melempar dan menangkap bola serta memainkan benda benda atau alat alat mainan (Curtis, 1998; Hurlock,1957 dalam yusuf 2002).

Melalui latihan – latihan yang tepat gerakan kasar dan gerakan halus ini dapat ditingkatkan dalam hal keluwesan, kecepatan dan kecermatan. Sehingga secara bertahap seorang anak akan bertambah terampil dan mahir melakukan gerakan – gerakan yang diperlukan guna penyesuaian dirinya. Hurlock (2006)

B. Perkembangan kemampuan bicara, bahasa, dan kecerdasan
Sebagai mahluk sosial anak akan selalu berada diantara atau bersama orang lain, agar dicapai saling pengertian maka diperlukan kemampuan berkomunikasi. Kesanggupan mengerti dan melakukan apa saja yang diperintah orang lain disebut sebagai komunikasi pasif. Komunikasi aktif dan pasif perlu dikembangkan secara bertahap, anak dilatih untuk mau dan mampu berkomunikasi aktif (berbicara, mengucapkan kalimat – kalimat, bernyanyi dan bentuk ucapan lainnya) dan komunikasi pasif (anak mampu mengerti orang lain). (Sumarni ;2005). Pada balita kemampuan berfikir mula-mula berkembang melalui kelima inderanya,
Misalnya : – Melihat warna – warna.
– Mendengar suara atau bunyi – bunyi
– Mengenal rasa, dan lain – lainnya

C. Perkembangan kecerdasan (kognisi)
Pada balita kemampuan berfikir mula mula berkembang melalui kelima indra, misalnya melihat warna warna, mendengar suara atau bernyanyi, mengenal rasa. Melalui kata kata yang didengar dan diajarkan, ia mengerti bahwa segala sesuatu itu ada namanya. Daya fikir dan pengertian mula mula terbatas pada apa saja yang kongkrit, yang dapat dilihat, dipegang atau dimainkan. Melalui bermain – main serta latihan latihan yang diberikan oleh orang tua atau orang lain, setahap demi setahap anak akan mengenal, mengerti lingkungannya dan memiliki kemampuan merencanakan persoalan. Semua konsep dan pengertian ini kemudian meningkat sehingga memungkinkan anak untuk melakukan pemikiran- pemikiran ke tingkat yang lebih tinggi, lebih abstrak, dan lebih majemuk, misalnya mengerti dan menggunakan konsep sama berbeda, bertambah, berkurang, sebab akibat dan lain–lain. (Sumarni ;2005).

D. Perkembangan kemampuan menolong diri sendiri dan tingkah laku sosial.
Pada awal kehidupannya seorang anak bergantung pada orang lain dalam hal pemenuhan kebutuhan (misalnya makanan, pakaian, kesehatan, kasih sayang, pengertian, rasa aman dan kebutuhan akan perangsang mental, sosial dan emosional). (Sumarni ;2005).

Kebutuhan anak berubah dalam jumlah maupun derajat kualitasnya sesuai dengan bertambahnya umur anak. Dengan makin mampunya gerakan motorik anak, anak terdorong melakukan sendiri berbagai hal dan terdorong untuk bergaul dengan orang lain selain anggota keluarganya sendiri. Orang tua harus melatih usaha mandiri anak, mula mula dalam hal menolong kebutuhan anak itu sendiri sehari hari, misalnya makan minum, buang air kecil dan sebagainya. (Sumarni ;2005).

Kemampuan ini makin ditingkatkan sesuai dengan bertambahnya usia, anak perlu berkawan, luas pergaulan harus dikembangkan pula, dan anak perlu diajarkan untuk aturan aturan disiplin, sopan santun dan sebagainya agar tidak canggung dalam memasuki lingkungan baru. (Sumarni ;2005).

E. Penyimpangan perkembangan anak
Meskipun beberapa keterlambatan perkembangan pada perkembangan milestone bahasa, motorik, atau sosial adatif dapat bersifat sementara, keterlambatan perkembangan pada usia dini sangat erat hubungannya dengan diagnosis dari disabilitas perkembangan seperti dari retradasi mental, sebral palsi, gangguan bicara, autis dan kesulitan belajar pada perkembangan anak lebih lanjut. Terlebih lagi, adanya bukti bahwa identifikasi dini dan penanganan anak dengan kondisi perkembangan yang terganggu dapat meningkat hasil akhir secara fungsional dan menurunkan resiko dari masalah tingkah laku sekunder. (Sumarni ;2005).

Kemampuan berbicara dan berbahasa telah dipertimbangkan oleh para ahli sebagai indikator yang baik terhadap perkembangan anak secara keseluruhan dan kemampuan kognitif yang berhubungan dengan keberhasilan pendidikan. Identifikasi anak dengan keterlambatan perkembangan atau masalah yang berkaitan dapat mengarahkan kepada intervensi ketika usia dini dimana kemungkinan untuk perbaikan paling baik. Penilaian perkembangan anak meliputi identifikasi masalah- masalah perkembangan anak dengan screening (skrining/penapisan/penjaringan) dan surveilance ukuran standart atau non standart, yang juga digabungkan dengan informasi tentang perkembangan sosial, riwayat keluarga, riwayat medik dan hasil pemeriksaan mediknya. (Sumarni ;2005).

Tolak ukur perkembangan meliputi motorik kasar, motorik halus, berbahasa, dan perilaku sosial. Dikatakan terdapat penyimpangan apabila kemampuan anak tidak sesuai dengan tolak ukur (milestone) anak normal. Dalam survey diperoleh informasi kepedulian orang tua terhadap perkembangan dan perilaku anaknya. (Sumarni ;2005).

Kategori kepedulian orang tua dalam deteksi penyimpangan perkembangan anak :
1. Emosi dan perilaku
2. Berbicara dan berbahasa
3. Keterampilan sosial dan menolong sendiri
4. Motorik kasar
5. Motorik halus
6. Membandingkan dengan lingkungan
7. Masalah anak yang orang tuanya tidak mengeluh

pengertian akuntansi agribisnisproposal hari jadi sma memberikan santunan kepada panti asuhan latar belakangpengertian bisnis modern dan tradisionalpengertian akuntansi push downcontoh pidato yg menyangkut etika etiket dan moralmakalah evaluasi pembelajaran matematika anak usia dinimakalah tentang pertumbuhan dan peluruhancontoh cover makalah geografi pdfcontoh cover askep diareaskep dbd pada anak 2018
Pengertian Perkembangan dan Pertumbuhan | nagrak.com | 4.5
error: Content is protected !!