Pengertian Tentang Bank

Pengertian Tentang Bank – Pengertian bank umum menurut Peraturan Bank Indonesia No. 9/7/PBI/2007 adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Jasa yang diberikan oleh bank umum bersifat umum, artinya dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Bank umum sering disebut bank komersial (commercial bank).

Bank umum atau yang lebih dikenal dengan bank komersial merupakan bank yang paling banyak beredar di Indonesia. Bank umum memiliki berbagai keunggulan jika di bandingkan dengan BPR, baik dalam bidang ragam pelayanan maupun jangkauan wilayah operasinya. Artinya bank umum memiliki kegiatan pemberian jasa yang paling lengkap dan dapat beroperasi diseluruh wilayah.

Bank Umum menurut kepemilikan modalnya dibedakan menjadi :

Bank Umum milik Negara, yaitu Bank Umum yang seluruh atau sebagian besar modalnya milik Negara, contoh : BRI, BNI, Mandiri

Bank Umum milik swasta, yaitu Bank Umum yang modalnya dimiliki oleh perseorangan, baik swasta, nasional, maupun swasta asing. Contoh bank swasta milik nasional : Bank Danamon, Bank Niaga, Bank Permata, Bank Lippo. Adapun contoh Bank Umum milik swasta asing seperti : Bangkon Bank, Hongkong Bank, Citibank, Bank of Tokyo.

Bank Umum milik Koperasi, yaitu bank umum yang modalnya berasal dari perkumpulan koperasi. Contohnya : Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin)

SEJARAH BANK UMUM

Sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari jaman penjajahan Hindia Belanda. Pada masa itu De Javasche Bank, NV didirikan di Batavia pada tanggal 24 Januari 1828 kemudian menyusul Nederlandsche Indische Escompto Maatschappij, NV pada tahun 1918 sebagai memegang monopoli hasil bumi dalam negeri dan penjualan ke luar negari serta terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda.

Bank-bank yang ada itu adalah :

  • De Javasche Bank NV
  • De Post Poar Bank
  • Hulp en Spaar Bank
  • De Algemenevolks Crediet Bank
  • Nederland Handles Maatscappi (NHM)
  • De Escompto Bank NV
  • Nederlandsche Indische Handlesbank

Melalui surat keputusan Menteri Keuangan No. 1/M/61 Tanggal 6 Januari 1961 yang melarang pengumuman dan penerbitan angka-angka statistik moneter/perbankan, maka antara 1960-1965, Bank Indonesia tidak menerbitkan laporan tahunan, termasuk data statistik mengenai kliring.

Pada 5 Juli 1964 atas dasar pertimbangan politik untuk mempermudah komando dibidang perbankan untuk menunjang pembangunan semesta berencana, selanjutnya pada tahun 1965 pemerintah menetapkan kebijakan untuk mengintegrasikan seluruh bank-bank pemerintah ke dalam satu bank dengan nama Bank Negara Indonesia, prakarsa pengintegrasian bank pemerintah ini berasal dari ide Jusuf Muda Dalam, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Bank Sentral / Gubernur Bank Indonesia-yang jabatan semula Presiden Direktur BNI dan disetujui oleh presiden Soekarno. Ide dasarnya menjadikan perbankan sebagai alat revolusi dengan moto Bank Berdjoang dibanawah pimpinan pemimpin besar revolusi. Nama Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai Bank Tunggal, diusulkanoleh Jusuf Muda Dalam itu sendiri. Hasilnya adalah lahirnya struktur baru Bank Berdjoang ini menjadikan :

  • Bank Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit I
  • Bank Koperasi Tani dan Nelayan serta Bank Eksim Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit II
  • Bank Negara Indonesia menjadi Bank Negara Indonesia Unit III
  • Bank Umum Negara menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV
  • Bank Tabungan Negara menjadi Bank Negara Indonesia Unit V

TUGAS DAN FUNGSI BANK UMUM

  • Pencitaan Uang

Uang di ciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahan buku (kliring). Kemampuan bank umum untuk menciptakan uang giral menyebabkan posisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter. Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral.

  • Menghimpun Dana (funding)

Kegiatan menghimpun dana merupakan kegiatan membeli dana dari masyarakat. Kegiatan ini dikenal juga dengan kegiatan funding. Kegiatan membeli dan dapat dilakukan dengan cara menawarkan berbagai jenis simpanan. Simpanan sering disebut dengan nama rekening atau account. Jenis-jenis simpanan adalah :

a. Simpanan Giro (Demand Deposit)
Simpanan giro merupakan simpanan pada bank yang penarikannya dapat dilakukan dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Kepada setiap pemegang rekening giro akan diberikan bunga yang dikenal dengan nama jasa giro. Besarnya jasa giro tergantung dari bank yang bersangkutan. Rekening giro bisa digunakan oleh para usahawa, baik untuk perorangan maupun perusahaannya. Bagi bank, jasa giro merupakan dan murah karena bunga yang diberikan kepada nasabah relative lebih rendah dari bunga simpanan lainnya.

b. Simpanan Tabungan (Saving Deposit)
Merupakan simpanan pada bank yang penarikannya sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh bank. Penarikan tabungan dilakukan menggunakan buku tabungan, slip penarikan, kuintansi atau ATM. Kepada pemegang rekening tabungan akan diberikan bunga yang merupakan jasa atas tabungannya. Sama seperti halnya rekening giro, besar bunga tabungan tergantung dari bank yang bersangkutan.

c. Simpanan Deposito (Time Deposit)
Deposito merupakan simpanan yang memiliki jangka waktu tertentu (jatuh tempo). Penarikannya dilakukan sesuai jangka waktu tersebut. Namun saat ini sudah ada bank yang memberikan fasilitas deposito yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat. Jenis deposito beragam sesuai dengan keinginan nasabah. Dalam prakteknya deposito terdiri atas :

Deposito berjangka :

Identitas atas nama
Bunga dibayar akhir bulan pada saat jatuh tempo

Sertifikat Deposito :

Identitas atas unjuk
Bunga dibayar pada waktu penempatan dana
Deposito on call
Jangka waktu minimal 1 hari maksimal 1 bulan
Penarikannya dapat memberitahukan bank 3 hari sebelumnya.

  • Menyalurkan Dana (Lending)

Menyalurkan dana merupakan kegiatan menjual dana yang berhasil di input dari masyarakat. Kegiatan ini dikenal dengan nama kegiatan lending. Penyaluran dana yang dilakukan oleh bank melalui pemberian pinjaman yang dalam masyarakat dikenal dengan nama kredit. Kredit yang diberikan oleh bank terdiri dari beragam jenis, tergantung dari kemampuan bank yang menyalurkannya. Demikian pula dengan jumlah serta tingkat suku bunga yang ditawarkan. Sebelum kredit diluncurkan, bank terlebih dahulu menilai kelayakan kredit yang diajukan oleh nasabah. Kelayakan ini meliputi berbagai aspek penilaian. Penerima kredit akan dikenakan bunga kredit yang besarnya tergantung dari bank yang menyalurkannya. Besar kecilnya bunga kredit sangat mempengaruhi keuntungan bank, mengingat keuntungan utama bank adalah dari selisih bunga kredit dengan bunga simpanan.

Secara umum jenis-jenis kredit yang ditawarkan meliputi :

a. kredit Investasi
yaitu kredit yang diberikan kepada pengusaha yang melakukan investasi atau penanaman modal. Biasanya jenis kredit ini memiliki jangka waktu yang relative panjang, yaitu di atas 1 tahun. Contohnya : kredit untuk membangun pabrik atau membeli peralatan pabrik seperti mesin-mesin.

b. Kredit Modal Kerja
yaitu kredit yang digunakan sebagai modal usaha. Biasanya kredit jenis ini berjangka waktu pendek, yaitu tidak lebih dari 1 tahun. Contohnya : membeli bahan baku, membayar gaji pegawai dan modal kerja lainya.

c. Kredit Perdagangan
Yaitu kredit yang diberikan kepada pedagang dalam rangka memperlancar, memperluas atau memperbesar. Contohnya : kredit untuk membeli barang dagangan yang diberikan kepada supplier atau agen.

d. Kredit Produktif
Yaitu kredit yang berupa investasi, modal kerja, atau perdagangan dalam arti kredit ini diberikan untuk diusahakan kembali sehingga pengembalian kredit diharapkan dari hasil usaha yang dibiayai

e. Kredit Konsuntif
Yaitu kredit yanag digunakan untuk keperluan pribadi misalnya keperluan konsumsi baik pangan, sandang, maupun papan. Contohnya : kredit perumahan, kredit kendaraan bermotor yang kesemuanya untuk dipakai sendiri.

f. Kredit Profesi
Yaitu kredit yang diberikan kepada para kalangan professional seperti dosen, dokter atau pengacara.
Memberikan jasa-jasa lainnya (Service)

Jasa-jasa lainnya yaitu kegiatan penunjang untuk mendukung kelancaran kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana. Sekalipun sebagai kegiatan penunjang, kegiatan ini sangat banyak memberikan keuntungan bagi bank dan nasabah, bahkan kegiatan ini memberikan kontstribusi keuntungan yang tidak sedikit bagi bank. Apalagi keuntungan spread based semakin mengecil, bahkan cenderung negative spread (bunga simpanan lebih besar dari bunga kredit)

Semakin lengkap jasa-jasa bank yang dapat dilayani oleh suatu bank maka akan semakin baik. Kelengkapan ini di tentukan dari permodalan bank serta kesiapan bank dalam menyediakan SDM yang andal. Disamping itu, juga perlu didukung oleh kecanggiahan teknologi yang dimilikinya. Dalam prakteknya jasa-jasa bank yang ditawarkan meliputi :

a. Kiriman Uang (Transfer)
Yaitu jasa pengiriman uang lewat bank. Pengiriman uang dpat dilakukan pada bank yang sama atau bank yang berlainan. Pengiriman uang juga dapat dilakukan dengan tujuan dalam kota luar kota atau luar negeri. Khusus untuk pengiriman uang ke luar negeri harus melalui bank devisa. Kepada nasabah pengirim dikenakan biaya kirim yang besarnya tergantung dari bank yang bersangkutan.

b. Kliring (Clearing)
Yaitu penagihan warkat (surat-surat berharga seperti cek, bilyet giro) yang berasal dari dalam kota. Proses penagihan lewat kliring hanya memakan waktu 1 hari. Besarnya biaya penagihan tergantung dari bank yang bersangkutan.

c. Inkaso (Collection)
Yaitu penagihan warkat (surat-surat berharga seperti cek, bilyet giro) yang berasal dari luar kota atau luar negeri. Proses penagihan lewat inkaso tergantung dari jarak lokasi penagihan yang biasanya memakan waktu 1 minggu sampai 1 bulan. Besarnya biaya penagihan tergantung dari bank yang bersangkutan dengan pertimbangan jarak serta pertimbangan lainnya.

d. Safe Deposit Box (Safe Loket)
Yaitu jasa pelayanan ini memberikan layanan penyewaan box atau kotak pengaman tempat menyimpan surat-surat berharga tau barang-barang berharga milik nasabah. Biasanya surat-surat atau barang-barang berharga yang disimpan didalam box tersebut aman dari pencurian dan kebakaran. Kepada nasabah penyewa box dikenakan biaya sewa yang besarnya tergantung dari ukuran box serta jangka waktu penyewaannya.

e. Bank Card (Kartu kredit)
Yaitu kartu dapat dibelanjakan diberbagai tempat pembelanjaan atau tempat-tempat hiburan. Kartu ini juga dapat digunakan untuk mengambil uang tunai di ATM-ATM yang tersebar diberbagai tempat. Kepada pemegang kartu kredit dikenakan biaya iuran tahunan yang besarnya tergantung dari bank yang mengeluarkan, dikenakan dari jumlah uang yang tealah dibelanjakan apabila melewati tenggang waktu yang ditetapkan.

f. Bank Notes
Yaitu jasa penukaran valuta asing. Dalam jumlah beli bank notes bank menggunakan kurs (nilai tukar rupiah dalam mata uang asing)

g. Bank Garansi
Yaitu jaminan bank yang diberikan kepada nasabah dalam rangka membiayai sesuatu usaha. Dengan jaminan bank ini si pengusaha memperoleh fasilitas untuk melaksanakan kegiatan dengan pihak lain. Tentu sebelum jaminan bank dekeluarkan bank terlebih dahulu mempelajari kredibilitas nasabahnya.

h. Bank Draft
Yaitu wesel yang dikeluarkan oleh bank kepada para nasabahnya. Wesel ini dapat diperjual belikan apabila nasabah membutuhkannya.

i. Letter of Credit (L/C)
Yaitu surat kredit yang diberikan kepada para eksportir dan importer yang digunakan untuk melakukan pembayaran atas transaksi ekspor-impor yang mereka lakukan. Dalam transaksi ini terdapat berbagai macam L/C, sehingga nasabah dapat meminta sesuai dengan kondisi yang diinginkannya.

j. Cek Wisata
Yaitu cek perjalanan yang bisa digunakan oleh turis atau wisatawan. Cek wisata dpat dipergunakan sebagai alat pembayaran di berbagai tempat pembelanjaan atau hiburan seperti hotel, supermarket. Cek wisata juga bisa digunakan sebagai hadiah kepada relasi.

k. Menerima setoran-setoran
Dalam hal ini bank membantu nasabahnya dalam rangka menampung setoran dari tempat antara lain :
Pembayaran pajak
Pembayaran telepon
Pembayaran air
Pembayaran listrik
Pembayaran uang kuliah
l. Melayani pembayaran-pembayaran

Sama halnya seperti dalam hal menerima setoran, bank juga melakukan pembayaran seperti yang diperintahkan oleh nasabahnya antara lain :
Membayar gaji/pension/honorarium
Pembayaran deviden
Pembayaran kupon
Pembayaran bonus/hadiah
m. Bermain di dalam pasar modal

kegiatan bank dapat memberikan atau bermain surat-surat berharga di pasar modal. Bank dapat berperan dalam berbagai kegiatan seperti menjadi :
Penjamin emisi (underwriter)
Penjamin (guarantor)
Wali amanat (trustee)
Perantara perdagangan efek (pialang/broker)
Pedagang efek (dealer)
Perusahaan pengelola dana ( investment company)

TUJUAN BANK UMUM

Bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan,pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.

SYARAT PENDIRIAN BANK UMUM

Bank Umum dapat didirikan dan menjalankan usahanya dengan izin Bank Indonesia selaku Bank Sentral. Pemberian izin untuk mendirikan Bank Umum dilakukan melalui 2 tahapan :

Tahap persetujuan untuk melakukan persiapan Pendirian Bank yang bersangkutan. Sebagaimana dijabarkan dalam pasal 6 : Permohonan untuk mendapatkan persetujuan prinsip sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a diajukan sekurang-kurangnya oleh seorang calon pemilik kepada direksi Bank Indonesia sesuai dengan format dalam lampiran I dan wajib dilampri dengan :

Rancangan akta pendirian badan hukum, termasuk rancangan anggaran dasar.
Data Kepemilikan
Tahap pemberian izin usaha.
Anggota Komisaris Bank harus mendapat persetujuan dari Pimpinan Bank Indonesia.Hal ini dijabarkan dalam Pasal 24. Calon anggota dewan Komisaris atau Direksi wajib memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia sebelum diangkat dan menduduki jabatannya; Permohonan untuk memperoleh persetujuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib disampaikan oleh Direksi Bank kepada Direksi Bank Indonesia sebelum rapat umum pemegang saham atau rapat anggota yang mengesahkan pengangkatan dimaksud, disertai dengan dokumen.

Persetujuan atau penolakan atas permohonan pengangkatan anggota dewan Komisaris atau Direksi diberikan selambat-lambatnya 15 hari sejak dokumen permohonan diterima secara lengkap.

Bentuk hukum suatu bank umum dapat berupa perseorangan terbatas, koperasi, atau perusahaan daerah, dan hanya dapat didirikan seizin direksi Bank Indonesia. Untuk memperoleh izin tersebut wajib dipenuhi persyaratan sekurang-kurangnya tentang susunan organisasi, permodalan, kepemilikan, keahlian dibidang perbankan, dan kelayakan rencana kerja.
Pendirian Bank Umum dapat dilakukan oleh :
Warga Negara Indonesia atau Badan Hukum Indonesia
WNI dan/atau Badan Hukum Indonesia dengan warga negara asing dan atau Badan Hukum Asing secara kemitraan

Sesuai dengan SK Direksi Bank Indonesia 0. 32/33/KEP/DIR Tanggal 12 Mei 1999, tentang Bank Umum dikatakan bahwa Modal disetor untuk mendirikan bank ditetapkan sekurang-kurangnya 3 triliun rupiah, dimana bagian bank yang berbentuk hukum koperasi adalah simpan pokok, simpan wajib, dan hibah sebagai mana diatur dalam UU tentang perkoperasian. Sedangkan modal yang berasal dari WNA dan atau Badan Hukum Asing dalam kemitraannya dengan WNI dan atau badan hukum Indonesia setinggi-tingginya sebesar 99% dari modal setor bank.

Dinyatakan juga bahwa upaya membantu kelancaran operasional, Bank Umum dapat membuka kantor cabang baik di dalam negeri maupun diluar negeri setelah mendapat izin dari direksi bank Indonesia

JENIS-JENIS BANK

A. BANK SENTRAL
Bank sentral di suatu negara, pada umumnya adalah sebuah instansi yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter di wilayah negara tersebut. Bank Sentral berusaha untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan.

Di Indonesia, fungsi bank sentral diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

Bank sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga atau nilai suatu mata uang yang berlaku dinegara tersebut, yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi atau naiknya harga-harga yang dalam arti lain turunnya suatu nilai uang. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali dan selalu berada pada nilai yang serendah mungkin atau pada posisi yang optimal bagi perekonomian (low/zero inflation), dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka bank sentral dengan menggunakan instrumen dan otoritas yang dimilikinya.

Peran bank sentral
1.Memelihara rekening pemerintah
2.Memberikan pinjaman sementara
3. Memberikan pinjaman khusus
4.Melaksanakan transaksi yang menyangkut jual beli valuta asing (valas)
5.Menerima pembayaran pajak
6.Membantu pembayaran pemerintah dari pusat ke daerah
7.Mengumpulkan dan menganalisis data ekonomi

B. BANK UMUM
Pengertian Bank Umum menurut Peraturan Bank Indonesia No. 9/7/PBI/2007 adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Jasa yang diberikan oleh bank umum bersifat umum, artinya dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Bank umum sering disebut bank komersial (commercial bank).

Peran Bank Umum

1.Penciptaan uang
Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring).

2.Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran
Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran.
Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai atau kredit.

3.Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat
Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya.

4.Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional
Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal.

5.Penyimpanan Barang-Barang Berharga
Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box).

6. Pemberian Jasa-Jasa Lainnya
Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan menggunakan jasa-jasa bank.

Jasa-jasa ini amat memudahkan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada pihak yang menggunakannya.

c.BPR (Bank Perkreditan Rakyat)

BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan Bank Umum. Kegiatan BPR pada umumnya sama dengan kegiatan Bank Umum, hanya yang menjadi perbedaan adalah jumlah jasa bank yang dilakukan BPR jauh lebih sempit. BPR dibatasi oleh berbagai persyaratan, sehingga tidak dapat berbuat seleluasa bank umum. Keterbatasan kegiatan BPR juga dikaitkan dengan misi pendirian BPR itu sendiri. Dalam praktiknya kegiatan BPR adalah sebagai berikut:

1.Menghimpun dana hanya dalam bentuk:

· Simpanan Tabungan
· Simpanan Deposito

2.Menyalurkan dana dalam bentuk:

· Kredit Investasi
· Kredit Modal Kerja
· Kredit Perdagangan

Karena keterbatasan yang dimiliki oleh BPR, maka ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan BPR, adalah sebagai berikut:

· Menerima Simpanan Giro
· Melakukan Kegiatan Valuta Asing (Valas)
· Melakukan Kegiatan Perasuransian

produk hibridasicontoh produk hibridasikomunikasi multidisiplin dalam pelayanan kesehatan pdfpidato perpisahan kelas 6 yang menyentuh haticontoh produk hibridasi bankcontoh produk hibridasi perbankanteks syarhil tentang nasionalisme dalam konsep Islamcontoh proposal penelitian tentang bank sampahmakalah komunikasi multidisiplin dalam keperawatanmakalah komunikasi multidisiplin dalam pelayanan kesehatan
Pengertian Tentang Bank | nagrak.com | 4.5
error: Content is protected !!